Jumat, 16 Januari 2009


Ilmuwan Nikahi Robot Buatannya Sendiri
hyaaaa…dunia makin gila aja…masa ada orang nikah ama robot…mank dunia udah kekurangan manusia ya..?ampe2 nikah ama robot..gilani ni orang…
di Kanada nih ada ilmuwan macari robotnya buatan sendiri…Le Trung, ilmuwan tersebut, telah menghabiskan biaya 14.000 poundsterling untuk menciptakan robot bernama Aiko ini. Trung yang tinggal di Kanada mengaku tak punya waktu untuk mencari pacar sehingga dia mendesain robot menawan ini sebagai pendampingnya.


Demi mewujudkan robot idamannya, mantan programmer software ini rela berhutang, menjual mobil dan menghabiskan banyak waktu untuk menyempurnakan Aiko. Sekarang, ia sedang mencari sponsor agar Aiko semakin hebat kemampuannya.
Tak sekadar cantik wujudnya, Aiko memang telah dibekali berbagai kemampuan. Misalnya saja, Aiko bisa berbahasa Inggris dan Jepang serta mengerjakan soal matematika.
“Aiko adalah paduan ilmu dan kecantikan. Saya ingin membuatnya semirip mungkin dengan manusia sehingga bisa jadi pasangan yang sempurna,” tutur Trung yang dilansor Telegraph dan dikutip detikINET, Kamis (11/12/2008).
Trung mengklaim bahwa Aiko bisa memahami dan mengatakan 13.000 kalimat dalam bahasa Inggris dan Jepang.
“Aiko mengenali wajah dan mengucap halo jika ada anggota keluarga saya yang berkunjung. Dia juga membantu saya memilih makan malam dan mengetahui apa minuman kesukaan saya,” tambah Trung.
Sebagai robot, Aiko tentu tidak mengenal kata lelah dan bisa beraktivitas sepanjang waktu. Itulah sebabnya Trung berani mengatakan bahwa Aiko adalah pasangan yang sempurna untuknya.
sumber : http://www.detikinet..com/read/2008/…bot-ciptaannya

"Carilah ilmu sampai ke negeri Cina"
Nabi Muhammad Saw. (570-632)

"Jika ingin kemakmuran 1 tahun, tumbuhkanlah benih.
Jika ingin kemakmuran 10 tahun, tumbuhkanlah pohon.
Jika ingin kemakmuran 100 tahun, tumbuhkanlah (didiklah) manusia."
Konfusius ( 551 SM-479 SM ), Cina.


"Yang memungkinkan penguasa yang bijak serta jenderal yang baik untuk menyerang dan menguasai serta mencapai semua hal di luar kemampuan orang biasa,
adalah mengetahui lebih banyak."
Sun Tzu (abad 6 SM), The Art of War.

"Knowledge is Power."
Francis Bacon (1561-1626), Inggris.

"The difference between the most dissimilar characters, between a philosopher and a common street porter, for example, seems to arise not so much from nature,
as from habit, custom, and education."
Adam Smith, "The Wealth of Nations", Buku I, Bab 2

"Jika sebuah bangsa terbelakang ilmunya, tapi memimpikan kebebasan,maka ia mengharapkan apa yang tidak pernah ada,dan tidak akan pernah ada."
Thomas Jefferson (1743-1826), Amerika

"Pengetahuan akan dicari ke seluruh penjuru dunia dan dasar-dasar
kekuasaan kekaisaran akan diperkuat."
Meiji Charter Oath (1868), Meiji, Jepang.

"In its broad sense, civilization means not only comfort in daily necessities but also the refining of knowledge and the cultivation of virtue so as to elevate human life to a higher plane. [...] [Thus] it refers to the attainment of both material well-being and the elevation of the human spirit, [but] since what produces man’s well-being and refinement is knowledge and virtue, civilization ultimately means the progress of man’s knowledge and virtue"
Yukichi Fukuzawa, salahsatu tokoh terpenting dalam Restorasi Meiji
yang membangkitkan Jepang.

"Human history becomes more and more a race,
between education, and catastrophe"
H. G. Wells, 'Outline of History'

"An organization’s ability to learn, and translate that learning into action rapidly,
is the ultimate competitive advantage."
Jack Welch, The Manager of the Century,(1935- ), Amerika.

"Pendidikan, sekali lagi pendidikan oleh Kartini dianggap paling penting sebagai
jalan keluar dari semua masalah dan kesengsaraan bangsa. Kartini menyadari Belanda memang sengaja menelantarkan pendidikan rakyat agar rakyat tetap mau menggarap sawah dan tetap mau bilang ‘nun inggih’ pada setiap perintah yang diberikan kepadanya. Pemerintah Hindia Belanda hanya bertindak sesuai dengan watak setiap kolonialis, yaitu membiarkan rakyat jajahannya berdegenerasi menjadi bodoh dan melarat supaya bisa dijajah selama-lamanya. Lebih baik jangan dibuat pandai!
Bangsa yang bodoh dan melarat dapat lebih mudah dikuasai daripada bangsa yang terdidik dan berpengetahuan tinggi."
R.A Kartini,
dikutip dari karya Sitisoemandari Soeroto, "Kartini Sebuah Biografi"

"… maka rakyat kami (oleh kaum imperialis) dibikin rakyat yang ‘hidup kecil’ dan ‘nrima’, rendah pengetahuannya, lembek kemauannya, sedikit nafsu-nafsunya, padam kegagahannya, rakyat ‘kambing’ yang bodoh dan mati energinya.Kami, kaum PNI, kami mencoba memberantas penyakit ini dengan mengadakan lebih banyak pendidikan rakyat, menyokong sekolah-sekolah rakyat, mengurangi buta huruf di kalangan rakyat. Kami mencoba membangkit-bangkitkan dan membesar-besarkan kemauan rakyat akan nasib yang lebih memper-nasib manusia, menyalakan lebih banyak nafsu-nafsu di dalam kalbu rakyat. Kami berusaha menghidup-hidupkan lagi kegagahan rakyat, tenaga kemauan rakyat, energi rakyat sebagai sediakala, -rakyat yang kini ‘sudah mati kutunya itu’ …Energi rakyat inilah salah satu urat saraf pembentukan kekuasaan kami, -salah satu urat saraf penolak daya imperialisme, tetapi terutama sekali ialah urat saraf pendorong rakyat ke depan."
Sukarno, Bapak Bangsa Indonesia
"Indonesia Menggugat", Kontra Kemunduran, yakni Kontra Dekadensi Akal Budi.

Sumber : Imperiumindonesia.blogspot.com

Kamis, 15 Januari 2009

Apa Itu Blog?
Blog sebenarnya adalah kependekan dari Weblog. Istilah weblog ini pertama kali dipopulerkan oleh John Barger pada tahun 1997, untuk menyebutkan website pribadi yang selalu di update secara terus menerus dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik, disertai dengan komentar-komentar pemilik blog serta pengunjungnya.

Seiring dengan berkembangnya jumlah pemilik blog, blog terus mencari bentuk yang sesuai. Dari yang awalnya hanya merupakan catatan perjalanan seseorang di internet, hingga menjadi lebih menarik karena disertai dengan komentar cerdas, opini, bahkan sarkasme terhadap link-link tertentu yang mereka tulis. Dalam perkembangan selanjutnya, blog akhirnya tidak lagi mesti berisikan catatan-catatan perjalanan seseorang di internet, melainkan hanya berisi tulisan-tulisan biasa mengenai perasaaan, pendapat, pemikiran, kritik, atau tentang hal-hal yang dilakukan oleh si pemilik blog. Singkat kata, akhirnya blog juga menjadi semacam Diary Online. Satu hal yang membedakan blog dengan Diary/jurnal biasa adalah bahwa blog (serta Diary Online) dibuat memang untuk dibaca oleh orang lain.

Senin, 12 Januari 2009


Fotografer Itu Bunuh Diri
Andai Anda ditugaskan meliput ke sebuah negeri miskin, lalu bertemu seorang anak kecil kelaparan-kurus-hitam-ceking-kerempeng terjatuh di dekat seekor burung pemakan bangkai, apa yang Anda lakukan? Fokus mengambil foto dengan membiarkan anak kecil itu atau membantu sang anak dengan risiko kehilangan momen foto bagus? Andai Anda, pembaca blog ini, yang berada pada posisi itu, apa pula yang Anda lakukan?

Andai Anda tetap memilih mengambil foto, seperti foto di atas itulah kira-kira hasil jepretan Anda. Luar biasa bukan? Sebuah foto jurnalistik yang hebat. Tetapi, tahukah Anda bahwa foto inilah yang membuat seorang fotografer bunuh diri?
Foto di atas diambil oleh seorang fotografer Amerika bernama Kevin Carter. Datang ke Sudan untuk meliput perang saudara pada 1993, Kevin mendapati sebuah momen foto jurnalistik yang luar biasa itu.
Seorang anak kurus-hitam-ceking-kerempeng terjatuh di depan seekor burung pemakan bangkai (vulture). Seolah-olah, burung itu sedang menunggu sang bocah dekil-miskin-menderita itu mati, lalu memakannya. Saat itu, sebenarnya sang anak hendak menuju kamp PBB untuk mendapatkan makanan yang jaraknya sekitar 1 kilometer.
Pada 1994, foto yang dimuat di The New York Times ini memenangkan Pulitzer Prize. Tetapi protes membanjiri Kevin. Banyak orang, para pembaca koran, mempertanyakan kenapa Kevin tidak menolong sang bocah dengan mengusir burung itu atau mengangkat bocah itu menuju ke kamp PBB.
Kevin sempat memberikan jawaban. Katanya, dia mengusir burung tersebut setelah mengambil foto. Namun, Kevin tak bisa memastikan apakah sang bocah kurus-kering-kerempeng-hitam itu selamat atau tidak.
Berita-berita mengabarkan, karena rasa bersalah plus masalah lain (terlibat utang?), Kevin depresi dan bunuh diri di Johannesburg, Afrika Selatan, dua bulan setelah fotonya itu memenangkan Pulitzer Prize.
Rekannya bercerita bahwa Kevin pernah mengaku merasa begitu bersalah karena terlalu mementingkan pekerjaan ketimbang kemanusiaan. Ia mencemaskan nasib anak itu. Jangan-jangan memang mati dilahap burung pemakan bangkai.
Ironisnya, anak yang dibiarkan Kevin itu ternyata tidak menjadi santapan vulture. Dia ditemukan dalam keadaan sehat di sebuah kamp pengungsian.
Kisah Kevin Carter difilmkan dengan judul The Death of Kevin Carter

Kevin Mitnick - Most Wanted Hacker
The Condor, adalah sebuah hacker id yang menjadi The Most Wanted oleh FBI pada dekade 90-an. Beberapa catatan tentang the condor ini adalah Hacker yang paling sering dipublikasikan karena perkara kriminal : ditangkap kalima kalinya karena tuduhan kepemilikan 20.000 nomor kartu kredit curian, mencuri sistem opersi DEC (Digital Equipment Corp) secara ilegal, serta mengambil alih seluruh hub jaringan telepon New York dan California yang merupakan dua kota besar jantung bisnis Amerika bahkan dunia.

Who’s the guy…? dialah Kevin David Mitnick yang pada Tahun 1995 masuk menjadi Headline The New Yorks Times, sebuah surat kabar klas dunia, referensi bisnis dan informasi terkemuka. Di usainya yang relatif muda ia sudah melegenda, dan fotonya sering menjadi langganan poster FBI Most Wanted, karena terus menerus membuat kepanikan nasional di Amerika selama 15 Tahun.
Berulangkali tertangkap, namun setelah bebas, kehebohan baru yang lebih dahsyat dilakukannya, seolah-olah tidak pernah kapok. Hingga akhirnya The Discovery memberikannya gelar Hall of Fame of Hacker, karena dia adalah salah satu hacker yang istimewa, tidak hanya ahli dalam Software Hack, tetapi juga Hardware hack, sehingga tidak ada seorang hackerpun memprotes gelarnya itu.
Tapi kemampuan utama yang menjadi keistimewaannya adalah dari sisi “Social Engineering” yang sangat piawai, sehingga begitu mudah dia memperoleh berbagai data identitas dari seseorang. Metode ini merupakan salah satu metode yang digunakan oleh hacker untuk menggali informasi. Akhirnya Februari 1995 menjadi hari kelabu bagi the condor , yang tertangkap setelah melalui pengejaran, tidak hanya di dunia nyata tetapi juga di dunia maya Internet, dengan bantuan seorang police hacker keturunan Jepang Tsutomu Shimomura.
Dan tampaknya ini menjadi hari keinsyafan seorang Mitnick, yang akhirnya lebih banyak berkarya untuk mengenalkan dunia Hacker bagi seluruh masysrakat IT, untuk memelihara sistem dari segala kemungkinan gangguan yang muncul, karya-karya Mitnick kemudian muncul menjadi karya Best Seller dalam bidang security, seperti buku The Art of Intrusion, The Art of Deception, Hardware Hacking dan The Fugitive Game…..ternyata banyak cara untuk menjadi Terkenal…..!!!
Diresume dari berbagai Sumber
 

HERMANSYAH Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates